Aku Malu…

Perangkai Kata
Apa kabar perangkai kata.. semoga tetap semangat setelah seharian menggapai asa. Semoga selalu bahagia berselimutkan cinta-nya.. Amin.

Siapapun diri kita, apapun profesi yang tertumpu di pundak kita, bagaimanapun kehidupan yang kita jalani, aku yakin semua setuju manusia tetap sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Begitulah, dibalik kesempurnaannya manusia mempunyai banyak kelemahan dan kekurangan, terselip ketidakberdayaan. Di balik tabir yang menutupi tergambar berbagai macam tabiat yang hanya dia sendiri dan Allah yang tahu. Namun terkadang manusia begitu bodoh, begitu bangganya membuka tabir penutup yang Allah sendiri telah berkenan menjaganya rapat.

Aku begitu malu, yang katanya sempurna namun ternyata rapuh tiada guna. Betapa banyak pujian tersemat, tetapi sesungguhnya banyak cela dan cacat. Ah.. Betapa mereka tidak tahu, bagaimana saat kesendirianku.. saat mereka tak ada di dekatku tiada melihat..

Aku malu, terutama kepada Rabb-ku belum bisa dibanggakan sebagaimana orang-orang beriman yang dipamerkan Allah kepada para Malaikatnya.

Aku malu kepada ayah ibu-ku, dalam doanya selalu ingat akan diriku, agar menjadi kebanggaan dalam keimanan. Agar tetap dalam naungan ketaqwaan. Namun, di sini aku dapati diriku masih dalam persimpangan dan terseok-seok kepayahan. Yah.. ibu, doamu selalu menyertai setiap langkah kaki ini. Ayahku, yang kelihatannya keras namun di dasar hatinya penuh kasing sayang dan harap.

Kadang diri ini tidak lebih berarti di banding alam, yang semuanya tunduk dan senantiasa bertasbih dengan caranya masing-masing. Bumi yang tak lelah berputar kencang, matahari yang terus bersinar, semilir angin sepoi-sepoi, deburan ombak di lepas pantai dan segala macam gerakan alam menandakan kepatuhan. Begitulah cara mereka merefleksikan ketaatan.

Lihatlah ayam jantan yang begitu setianya mengingatkan, saat waktu tiba kita menjalankan kewajiban. Dia selalu berteriak.. wahai manusia waktunya kau bangun menuju Rabb-mu. Hentikan sejenak pekerjaan karena adzan telah berkumandang. Tidakkah engkau perhatikan teman..

Sampai di sinipun aku jadi malu, terlebih kepada Rabb-ku.

Masihkah kita sempurna tanpa ketaatan kepada-Nya?

Pantaskah mengaku sempurna tanpa iman dan taqwa?

Kita sendirilah yang mampu menjawabnya…

^^BERAWAL DARI KATA SEMOGA MENJELMA MENJADI KARYA^^

Wassalamualaikum…

About zackyneutron

The one who keep struggling....
This entry was posted in Muhasabah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s